Peka Terhadap Lingkungan, Djarum Foundation Menanap Puluhan Pohon Trembesi

Kondisi lingkungan yang makin hari makin mengkhawatirkan membuat Djarum Fondation terpanggil dengan ikut terjun menghijaukan lingkungan. Langkah Bakti Lingkungan Djarum Foundation lebih menyoroti dampak pemanasan global khususnya di Indonesia.

Melalui program DTFL (Djarum Trees for Life), kawasan ruas jalan Trans Jawa di Jawa Timur dihijaukan dengan pohon trembesi. Terbagi menjadi tiga ruas penghijauan jalan tol, yakni Surabaya-Mojokerto sepanjang 36 km, Ngawi-Kertosono sepanjang 87 km, dan Gempol-Pasuruan sepanjang 34 km. Total ada 157 km jalan tol di Jawa Timur ditanami pohon trembesi.

Seremoni penanaman 10.000 bibit pohon trembesi di sepanjang ruas jalan tol Ngawi-Kertosono diselenggarakan di Alun-Alun Kabupaten Ngawi. Kegiatan penghijauan lingkungan dilakukan oleh Djarum Foundation yang bekerja sama dengan PT Jasamarga Kabupaten Ngawi, Kertosono, dan Kediri.

Penanaman pohon trembesi merupakan langkah nyata dari sikap sadar lingkungan untuk memperbaiki kualitas udara dan lingkungan di masa yang akan datang. Lebih tepatnya, program ini adalah tanggung jawab, kepedulian, dan komitmen sebagai manusia yang sadar bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja. Dampak buruk dari pemanasan global pun saat ini sudah dirasakan oleh semua orang di dunia, khususnya di Indonesia, musim panas-musim dingin mulai tidak jelas kapan datangnya. Selain itu, udara panas pun makin tahun makin menjadi.

Sebenarnya program ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2010. Sebanyak 111.466 pohon trembesi ditanam di ruas tol sepanjang 2.472 km. Lokasi penanamannya pun tersebar, mulai dari tol Merak, Banten hingga Banyuwangi, Jawa Timur. Tidak lupa Djarum Foundation menyasar jalur Joglosemar (Yogyakarta-Solo-Semarang), Lombok, lingkar Madura, dan Medan.

Program siap darling (sadar lingkungan) tidak hanya melakukan penanaman saja. Djarum Fondation berkomitmen melakukan perawatan terhadap pohon trembesi selama tiga tahun sejak pertama kali ditanam. Perawatan dilakukan, meliputi pemupukan, pemberian air, pemangkasan ranting atau daun, hingga mengganti bibit baru apabila ada pohon yang mati maupun rusak.

Banyak pihak yang menyambut upaya perbaikan lingkungan oleh Djarum Fondation. Menjaga lingkungan harus terjun langsung untuk mengetahui bagaimana kondisi sebenar-benarnya. Setelah observasi, barulah melakukan aksi. Tidak dipungkiri kalau dampak dari pembuatan ruas jalan tol berdampak pada jumlah pepohonan. Selain itu, jalanan merupakan tempat dengan kualitas buruk setelah pabrik. Untuk itu, memilih menanam banyak pohon trembesi dimaksudkan agar memberikan rasa sejuk, teduh, dan mengurangi senyawa-senyawa yang buruk bagi manusia.

Pemilihan pohon trembesi yang ditanam di sepanjang jalan tol pun bukan tanpa alasan. Selain memiliki ukuran batang besar dan dapat berumur hingga ratusan tahun, ada manfaat yang bisa dirasakan oleh manusia.

  • Kaya akan Oksigen

Setiap pohon akan mengeluarkan oksigen sesudah proses fotosintesis. Sudah kita ketahui bersama bahwa oksigen diperlukan manusia untuk bernapas. Pohon trembesi ini mampu menghasilkan banyak oksigen sehingga ketika ditanam di ruas jalan tol akan memberikan suasana lebih segar.

  • Mampu Menyerap Karbon Dioksida

Karbon dioksida merupakan senyawa yang berdampak buruk jika dihirup oleh manusia dalam jumlah berlebihan yang dihasilkan dari asap knalpot kendaran. Karena itulah, jalanan memiliki jumlah karbon dioksida sangat banyak sehingga diperlukan pohon trembesi yang mampu menyerap lebih baik daripada pohon lainnya.

  • Mampu Menyerap Air

Ketika musim hujan tiba, masalah paling sering dialami di kota-kota besar adalah banjir. Jalan tol pun bisa saja terkena dampak banjir, sehingga diperlukan pohon trembesi yang mampu menyerap air lebih cepat.

Dari tindakan siap sadar lingkungan tersebut, Djarum Foundation ingin mengajak semua warga Indonesia untuk lebih peka terhadap kondisi alam. Melakukan penanaman pohon trembesi memang tidak bisa mengatasi masalah lingkungan dalam waktu cepat, setidaknya bisa untuk generasi selanjutnya.