CCO Amartha Hadi Wenas Umumkan Empat Inisiatif Baru

Startup P2P Lending Amartha mengumumkan pembiayaan segera. Akhirnya, pada 2017 Amartha menerima pembiayaan Seri A sebesar $ 2 juta atau sekitar Rp26 miliar dari Mandiri Capital Indonesia (MCI). P2P saat ini tidak dapat menyatakan apa seri itu. Namun kami akan mengumumkan bahwa dalam waktu dekat, Chief Commercial Officer Amartha Hadi Wenas mengatakan ketika ia bertemu di Amartha Luncheon Editor, Rabu (23/10). Pria itu, dengan penuh kasih bernama Wenas, mengatakan dana baru itu akan digunakan untuk mendorong pertumbuhan bisnis pada tahun 2020, termasuk rencana ekspansi Amartha ke berbagai daerah di Indonesia.

Amartha saat ini memberikan pinjaman kepada 311 ribu perusahaan mikro dan pemilik usaha kecil di Jawa. Total distribusi dana sejauh ini mencapai Rp1,47 triliun dengan NPL sekitar 0,83 persen. Sejak 30 September, kata Wenas, Amartha sudah mulai memberikan pinjaman ke Sulawesi Selatan. Ekspansi ini kemudian akan dilanjutkan secara bertahap hingga Sumatra pada bulan November. Setelah mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir, Amartha telah mencoba menghadirkan sejumlah inisiatif baru untuk pengembangan bisnis lebih lanjut.

Ada empat strategi yang disiapkan Amartha. Wenas mengatakan empat strategi saat ini sedang dalam pengembangan dan direncanakan dalam waktu dekat. Pertama, Amartha akan mengembangkan fungsi untuk membantu peminjam mengoptimalkan investasi mereka. Dalam hal ini, Amartha akan berkolaborasi dengan pihak ketiga, seperti manajemen aset, untuk mendanai tata kelola lebih cepat. Selama waktu ini, sejumlah investor harus menunggu sampai investasi mereka diambil alih. Alih-alih uang yang tersedia, lebih baik untuk menempatkannya dalam dana investasi. “Kami bekerja dengan manajemen modal, jadi tidak ada masalah dengan OJK karena tidak secara langsung mengendalikan dirinya sendiri,” katanya.

Kedua, Amartha akan menyiapkan aplikasi bagi peminjam untuk menangani pengeluarannya. Wenas percaya layanan ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan pengusaha mikro, bukan hanya perusahaan yang mengelolanya. Ketiga, Amartha akan menghadirkan fungsi donasi otomatis yang dirancang untuk meningkatkan standar hidup di daerah pedesaan. Menurut Wenas, fungsi ini tidak seperti platform donasi di pasar, karena didasarkan pada kebutuhan daerah / desa peminjam. Akhirnya, startup, yang dimulai sebagai koperasi, mengembangkan berbagai fungsi aplikasi untuk membuatnya lebih mudah bagi petugas Amartha di lapangan untuk melakukan kegiatan dengan majelis Amartha, seperti pengenalan gambar dan sidik jari.