Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Sesuai Kebijakan Terbaru

Bagi para pekerj di Indoensia, pastinya mereka sudah terdaftar menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan. BPJS ketenagakerjaan ini berfungsi untuk penjamin atau pelindungan dari ketidakpastian seperti risiko sosial dan risiko ekonomi yang bisa saja terjadi pada diri pekerja di Indoensia. Misalkan saja pada waktu kerja terjadi kecelakaan kerja, atau sakit, jadi dengan BPJS ketenagakerjaan ini, para pekerja di Indoensia tidak harus menanggung beban itu sendirin karena sudah dibantu oleh program BPJS ketenagakerjaan. Dahulu, BPJS ketenagakerjaan ini ditangani oleh PT Jamsostek, namun sesuai dengan peraturan pemerintah UU no 24 tahun 2011, Jamsostek digantikan oleh BPJS ketenagakerjaan yang bertanggungjawab langsung ke presiden. Namun, sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan anda juga harus mengetahui informasi terbaru terkait dengan BPJS ketenagakerjaan anda. Saat ini ada kebijakan terbaru mengenai cara mencairkan BPJS ketenagakerjaan terkait dengan saldo JHT atau Jaminan Hari Tua.

Beberapa kebijakan atau informasi baru mengenai cara mencairkan BPJS ketenagakerjaan terkait dengan saldo JHT, agar nantinya bisa berjalan dengan lancar. Mulai dari 1 September 2015 ada kebijakan baru mengenai tata cara pencairan atau klaim saldo JHT 10% dan 30% yaitu, pencairan saldo JHT 10% dan 30% hanyabisa dilakukan oleh para pekerja yang masih berstatus aktif bekerja di sebuah instansi atau perushaan dengan syarat usia peserta minimal 10 tahun.

Untuk cara mencairkan BPJS ketenagakerjaan terkait dengan saldo JHT 10% dan 30%, anda harus memenuhi beberapa syarat berikut, yang pertama adalah anda peserta BPJS ketenagakerjaan harus masih aktif bekerja di perusahaan tersebut selama 10 tahun. Selain itu ada juga syarat-syarat berupa dokumen. Syarat yang berupa dokumen tersebut juga sama antara klaim saldo JHT 10% dan 30%, yang membedakan, jika anda mencairkan saldo JHT yang 30% maka anda harus menyertakan dokumen perumahan. Adapun syarat lengkap berupa dokumen yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.

  1. Fc dan asli BPJS ketenagakerjaan
  2. Fc dan asli KK
  3. Fc dan asli KTP
  4. Surat keterangan aktif berkerja di sebuah perushaaan
  5. Buku rekening tabungan
  6. Dokumen perumahan (bagi anda yang infin mengklaim saldo JHT 30%)

Leave a Reply

Your email address will not be published.