Bahaso Coba Konten Edukasi Baru di Luar Kategori Bahasa

Dikenal sebagai layanan pembelajaran online, Bahaso 2018 telah melalui cukup baik. Selain pertumbuhan pengguna, Bahaso juga telah menyelidiki sejumlah kemitraan strategis dan memperkenalkan berbagai fungsi untuk terus meningkatkan sistem mereka. Pada 2018, Bahaso mengklaim sudah memiliki 500.000 pengguna. Setelah lulus dari Program Akselerasi Indigo, yang juga menawarkan mereka pembiayaan, Bahaso terus merekrut pengguna baru melalui program Bakti, termasuk klien bisnis dan pemerintah seperti Moratelindo dan Kominfo.

Bahaso juga menambahkan sejumlah fungsi pada 2018. Contohnya adalah fungsi untuk mode offline, persiapan IELTS & TOEFL, dashboard perusahaan dan Mandarin (beta). Dalam hal pembiayaan, Bahaso hampir mendapatkan investor baru tahun lalu, tetapi karena perbedaan visi selama proses negosiasi, kesepakatan itu tidak dapat terjadi. Pada tahun 2019, Bahaso, kata Allana, sedang mencari investor strategis dengan visi yang sesuai. Lebih lanjut Allana menjelaskan bahwa Bahaso menghadapi beberapa tantangan pada tahun 2018, termasuk kurangnya pengetahuan tentang e-learning di Indonesia dan pengetahuan tentang platform itu sendiri.

Itu sebabnya perusahaan ingin terus memperkenalkan Bahaso kepada publik. Meskipun masih ada masalah dengan pengetahuan tentang sistem pembelajaran online, Allana cukup optimis tentang pertumbuhan permintaan pengguna di Indonesia. Mengingat peningkatan infrastruktur dan generasi yang mendekati internet. Bahaso menyusun sejumlah rencana pada 2019 untuk terus tumbuh. Salah satu rencananya adalah menjelajahi segmen pendidikan online di luar bahasa. Tidak jelas kategori atau segmen mana yang diambil.