Kesehatan

April 9, 2019

AMPAS INI, TERNYATA DAPAT MENGURANGI TINGKAT DEPRESI

 

Berkembangnya era digitalisasi ternyata dibarengi pula dengan peningkatan jumlah penyakit atau angka ketergantungan. Salah satunya terkait gangguan depresi. Survei yang dilakukan oleh World Mental Health di 17 negara menemukan bahwa rata-rata sekitar 1 dari 20 orang dilaporkan  memiliki episode depresi. Bahkan, depresi dapat menyebabkan peristiwa bunuh diri sebanyak 850.000 kematian setiap tahunnya dan merupakan penyebab kedua DALY (Disability-Adjusted Life Year) pada rentang umur 15-44 tahun tanpa memandang pria maupun wanita (WHO,2011). Depresi diprediksi menjadi penyakit prevalensi kedua pada tahun 2020.

Gangguan depresif merupakan gangguan medik serius menyangkut kerja otak, bukan sekedar perasaan murung atau sedih dalam beberapa hari. Gangguan ini menetap selama beberapa waktu dan mengganggu fungsi keseharian Seseorang. Gangguan depresif masuk dalam kategori gangguan mood, merupakan periode terganggunya aktivitas sehari-hari, yang ditandai dengan suasana perasaan murung dan gejala lainnya termasuk perubahan pola tidur dan makan, perubahan berat badan, gangguan konsentrasi, anhedonia (kehilangan minat apapun), lelah, perasaan putus asa dan tak berdaya serta pikiran bunuh diri. Jika gangguan depresif berjalan dalam waktu yang panjang (distimia) maka orang tersebut dikesankan sebagai pemurung, pemalas, menarik diri dari pergaulan, karena ia kehilangan minat hampir disemua aspek kehidupannya (Depkes, 2007).

Selama ini, kebanyakan orang mencegah atau mengobati depresi dengan meminum obat-obatan kimiawi yang mau tidak mau pasti memberikan efek samping pada tubuh. Lalu bagaimana cara yang baik untuk mengurangi depresi ? selain olahraga teratur, kita dapat mengurangi resiko depresi melalui nutrisi. Ya sesuai istilah, jangan jadikan obat sebagai makanan, namun jadikan makanan sebagai obat. Berbicara tentang makanan tentu kembali lagi terkait apa yang dibutuhkan tubuh untuk mengurangi resiko depresi, salah satunya triptofan. Beberapa pasien yang melakukan percobaan bunuh diri (resiko terburuk dari depresi) mempunyai kadar serotonin yang rendah dalam cairan serebrospinal serta konsentrasi rendah dari uptake serotonin  pada platelet. Dalam kasus-kasus kekurangan serotonin, triptofan dapat mengembalikan kadar serotonin sehingga dapat  memperbaiki Depresi. Salah satu pemasok triptopan adalah kedelai termasuk olahan produk dari kedelai, yaitu tahu. Tahu yang dibentuk berkisar 60% dalam sekali produksi dan yang sebagian sisanya menjadi limbah industri dan kurang dimanfaatkan. Padahal jika dilihat, ampas tahu tersebut masih memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh salah satunya kandungan triptofan. Ampas tahu ini sering kita jumpai dengan nama tempe gembus. Jadi jangan salah ya, kendati merupakan produk sisa dari pengolahan tahu, tempe gembus (ampas tahu) memiliki kandungan nutrisi yang baik terutama untuk mengurangi resiko depresi