Kesehatan

March 1, 2018

Peran Ibu Sebagai ‘Dokter’ Bagi Seorang Anak Melalui Komunikasi Terapeutik

 

Siapa yang menyangkal peran ibu sebagai dokter di rumah? Seorang Ibu entah bagaimana caranya diberikan anugerah berupa perasaan yang kuat dan mendalam terhadap keluarganya. Banyak peristiwa terjadi dimana seorang ibu yang bekerja sebagai pegawai kantoran, dapat mengetahui kondisi anaknya yang sedang sakit walaupun mereka tidak sedang bersama. Tidak perlu titel dokter untuk bisa “menyembuhkan” anaknya, seorang ibu akan langsung memberikan pertolongan pertama bagi anaknya, dengan berbagai macam apapun bentuknya yang bisa ia berikan.

 

Dalam suatu jurnal komunikasi terapeutik, ada penelitian yang mengatakan bahwa jika anak sakit, seorang ibu yang menemani sang anak yang sedang sakit di malam hari, akan memiliki kemungkinan sembuh yang lebih cepat, dan ada tambahan jika sang ibu berbicara di alam bawah sadar anaknya, seperti memberikan kata-kata motivasi, anak tersebut akan tetap mendengar dalam tidurnya dan menerima gelombang positif yang berdampak pada kesembuhan anak tersebut. Secara tidak langsung, Ibu memberikan sugesti positif kepada anaknya, dan juga kepada dirinya sendiri. Memang terlihat sederhana, namun, tindakan ini bukan hanya memberikan sugesti, namun juga turut memperkuat ikatan antara Ibu dan Anak nya.

 

Contoh kata-kata yang dapat ibu berikan adalah : “Nak, besok panas nya turun ya”, “Nak, besok kamu sudah bisa sekolah ya”, dan masih sangat banyak lagi contoh lainnya. Untuk aturan mengenai kata-katanya sendiri sebenarnya tidak ada yang baku, namun, untuk mempermudah, artikel ini akan memberikan beberapa tips yang dapat Ibu gunakan untuk memberikan sugesti pada saat anak ibu sedang sakit.

 

  1. Hindari kata – kata negatif

Karena tujuan utama dari komunikasi terapeutik sederhana ini adalah untuk memberikan sugesti positif, maka hindari penggunaan kata negatif seperti jangan, tidak, nggak. “Nak, jangan sakit lagi ya”, “besok sudah nggak sakit”. Mungkin ini memang terlihat seperti hal kecil, namun tetap memiliki dampak yang besar.

 

  1. Konsisten

Efek yang diberikan mungkin tidak akan terasa dampaknya secara langsung dan cepat, namun jika hal ini dilakukan dengan terus menerus percaya tidak percaya memang akan memberikan dampak yang positif.

  1. Repetitif

Berkaitan dengan tips konsisten, lakukan secara repetitif setiap anak tertidur, anak akan terbiasa, dan saat ia semakin dewasa, secara sadar atau tidak ia akan memberikan sugesti otomatis terhadap dirinya, melalui kebiasaan yang Ibu lakukan.

 

Peran ibu sangat besar untuk anak yang sedang sakit. Diluar obat-obat yang ibu berikan, mungkin komunikasi terapeutik ini dapat membantu menyembuhkan, sekaligus memperkuat ikatan antara ibu dan anak.